Monday, November 9, 2009

Pendidikan yang semakin Mahal

Sekolah sekarang didengungkan Pemerintah dengan Sekolah Gratis dan ingin Pendidikan yang berkwalitas dengan berbagi test kebali apabila ingin masuk sekolah berkwalitas tapi sayang menurut saya itu semua menjadi celah membuat Pendidikan menjadi mahal karena kurangnya pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait. Hanya iklan-iklan saja dengan sosialisasi yang buruk.

Seharusnya celah-celah yang membuat Pendidikan menjadi mahal itu segera diatasi dengan memantapkan pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait tersebut.

Contoh Celah-celah tersebut:
  1. Biaya Buku semakin hari semakin mahal dan belum tentu buku itu digunakan maksimal dalam kurikulum dan harus dibeli.
  2. Pendaftaran sekolah lanjutan yang memakai test yang membuat aparat terkait banyak yang nakal dengan menerima tanda terima kasih dari para orang tua yang berlomba-lomba memberikan itu apabila meluluskan anaknya walaupun sebenarnya tidak layak masuk kesana.
  3. Kurangnya koordinasi untuk bea siswa

Hal itu bisa sedikit tertutupi biayanya apabila:
  1. Memaksimalkan fungsi perpustakaan dan kurikulum yang jelas dari aparat untuk semua sekolah dan apabila sekolah tersebut memang ada tambahan kurikulum harus atas persetujuan dari aparat terkait.
  2. Ujian dari sekolah memang diakui keabsahannya dan untuk ke sekolah lanjutan cukup dengan Rayon semestinya tidak perlu test lagi karena memang ujian akhir itulah tolak ukurnya.
  3. Bea Siswa harus jujur dan ke semua orang tidak melihat statusnya (orang kaya atau miskin atau anak pejabat atau bukan)
Tapi itu semua harus dijalankan dengan proses panjang karena tingkat kesadaran dan tabiat manusia sangat mempengaruhi dan hal tersebut sangat susah diubah baik dari penyelenggara ataupun peserta.

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/405/ Read More......

LIVE BORDERLESS :: Ragam :: Pendidikan yang semakin Mahal

LIVE BORDERLESS :: Ragam :: Pendidikan yang semakin Mahal Read More......

Sunday, November 8, 2009

Kembali ke Desa/Pedalaman

Sekarang ini dikota-kota dan khususnya kota besar kepadatan penduduk sudah sangat banyak dan tingkat penggangguran juga relatif sangat banyak tidak sesuai lagi dengan kesempatan kerja yang ada.

Kenapa tidak digalakkan lagi yang namanya "Transmigrasi" seperti dahulu tetapi dengan penanggulangan yang bersih dan tertib dari Pemerintah.

Semua lapisan penduduk didata (termasuk juga gelandangan dan pengemis) umur, pekerjaan, dan tingkat pendidikannya.
Dari sana kita bisa mengambil suatu keputusan untuk menyebar orang-orang tersebut yang bisa dikatakan tingkat ekonominya rendah dan susah untuk berharap hidup dikota.

Tetapi semua itu tidak terlepas dari sosialisasi yang sabar dan berkelanjutan dari pihak yang terkait.

Pertama, kita harus sosialisasi dulu dikota dimana orang-orang itu tinggal dan harus ditinggalkan dengan fakta bahwa kehidupan didesa/dipedalaman akan lebih baik dan Pihak terkait harus bertanggung jawab memantau terus kemajuan dari orang-orang tersebut.

Kedua, sosialisasi didesa/pedalaman tempat bakal hijrah orang-orang kota tersebut yang sudah dibekali dengan pengertian yang tinggi.

Ketiga, sosialisasi dengan dengan PEMDA dan perusahaan swasta yang bakal dan sudah ada untuk investasi didaerah tersebut, bahwasannya memang orang-orang tersebut di pindahkan disana dan mendapat jatah tanah yang akan digarap dan meminta supaya orang-orang yang baru dan sudah lama disana untuk diberdayakan baik dari manusianya ataupun dari propertinya (tanahnya) dengan ketentuan yang berlaku dari Perusahaan tersebut dan PEMDA setempat.

Khusus untuk investor/Perusahaan yang masuk apabila itu perkebunan, ada baiknya apabila mensejahterahkan orang-orang desa atau sekitarnya dengan pola Perkebunan Rakyat juga memperhatikan kesejahteraan Karyawannya sendiri dengan menjatah tanah yang dibebaskan tersebut untuk Karyawannya karena tidak terlepas dari karyawan yang berasal dari kota setidak-tidaknya apabila sudah tidak bekerja lagi (pensiun atau pindah) mempunyai lahan didesa/pedalaman dan kemungkinan bisa pidah kesana juga.

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/388/ Read More......

LIVE BORDERLESS :: Sosial & Kemanusiaan :: Kembali ke Desa/Pedalaman

LIVE BORDERLESS :: Sosial & Kemanusiaan :: Kembali ke Desa/Pedalaman Read More......

Friday, November 6, 2009

Pendidikan Budi Pekerti

Pada saat ini tingkah laku manusia umumnya dan khususnya di Indonesia semakin tidak bisa dikendalikan, itu semua terjadi karena budi pekerti yang buruk yang sudah melekat dan tertanam dijiwa mereka.

Padahal seingat saya dulu kita masih mempunyai pelajaran yang namanya "Budi Pekerti" dan juga pelajaran "Agama" tentunya. Kenapa sekarang pelajaran yang sangat penting untuk pondasi moral kita justru dihilangkan karena tuntutan ilmu pengetahuan yang semakin tinggi. Padahal dengan ilmu yang tinggi dan moral rendah malah akan menghancurkan secara tidak langsung dampaknya pada manusia dan lingkungannya sendiri.

Alangkah baiknya apabilan pelajaran "Budi Pekerti" (moral) itu di hidupkan kembali dan juga jangan dikesampingkan tatanan hidaup dirumah juga sangat mempengaruhi budi pekerti anak/seseorang.

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/372/ Read More......

LIVE BORDERLESS :: Ragam :: Pendidikan Budi Pekerti

LIVE BORDERLESS :: Ragam :: Pendidikan Budi Pekerti Read More......

Wednesday, November 4, 2009

Harga Standard Barang di Pasar Modern dan Tradisional

Sekarang sudah banyak Pasar Modern yang namanya Supermarket atau HyperMart tetapi jangan kesampingkan yang namanya Pasar Tradisional tetapi ada sedikit permasalahan yaitu standar harga yang di Pasar Tradisional dan Pasar Modern kadang-kadang jauh berbeda, kemungkinan itu dari sumber barang atau hal lainnya.

Kenapa Pemerintah tidak mengeluarkan satu sumber daftar harga standard yang bisa kita lihat sebelum berbelanja sebagai acuan harga baik itu dari Pasar Modern atau Pasar Tradisional, paling tidak seminggu sekali.

Itu paling tidak berguna untuk 3 hal dan selebihnya mungkin nanti ada saj gunanya:
  1. Lebih memudahkan konsumen dalam mengatur apa yang mau dibelajakan sesuai dengan anggaran mereka
  2. Konsumen atau Pemerintah bisa mengetahui bila ada lonjakan Harga yang tidak semestinya di salah satu pasar bila ada penjual yang jauh melebihi harga standard.
  3. Bisa menjadi acuan Pemerintah dalam mengambil sikap berkenaan dengan daya beli masyarakat bila harga-harga sudah melambung tinggi dari harga-harga standard sebelumnya.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/325/ Read More......