Friday, November 13, 2009

Gotong Royong

Gotong royong adalah sesuatu pekerjaan yang dikerjakan beramai-ramai baik itu dibayar atau secara sukarela.

Seingat saya kalau dulu sangat sering tiap hari Minggu atau hari libur ada panggilan untuk gotong royong.

Kenapa sekarang itu lambat laun hilang karena ego masing-masing perorangan merasa lebih hebat dan terhormat dari orang lain/tetangganya sendiri.

Coba kalau pemerintah setempat mengalakkan lagi gotong royong dari tingkat terendah (RT) sampai tingkat yang lebih tinggi, untuk contoh : Pembersihan pembuangan (parit) disekitar RT.

Dengan gotong royong selain pekerjaan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama juga akan terjalin tali silahturahmi dan kebersamaan antar tetangga/masyarakat karena bercampur menjadi satu untuk satu tujuan.

Semoga gotong royong jangan sampai hilang karena merupakan satu sifat dasar untuk saling membantu yang sangat bagus untuk dipertahankan.

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/429/ Read More......

LIVE BORDERLESS :: Sosial & Kemanusiaan :: Gotong Royong

LIVE BORDERLESS :: Sosial & Kemanusiaan :: Gotong Royong Read More......

KOPERASI usaha bersama

Kita sudah mengenal kata KOPERASI sejak dulu dari zamannya Bung Hatta, tetapi kita lihat sekarang di desa-desa apalagi di kota-kota KOPERASI sudah terlihat sepi bahkan bisa dikatakan mati suri.

Apabila di desa masih ada yang namanya KUD dan dikota ada juga namanya KOPERASI Sekolah, kenapa KOPERASI tidak dimajukan/digalakkan dengan sebenar-benarnnya baik itu didesa, kota, sekolah ataupun lingkungan-lingkungan lain karena prinsip KOPERASI sangatlah menguntungkan anggota dan pengurusnya sendiri.

KOPERASI bisa berjalan dengan semestinya sesuai dengan harapan kita apabila:
  1. Manajeman yang bagus dan tranparansi didalam kepengurusan dan kepengawasan
  2. Mempunyai lebih dari 1 mata usaha selain Simpan Pinjam
  3. Konsentrasi sepenuhnya pada satu mata usaha utama dengan tidak meninggalkan semua mata usaha yang lain (jika ada)
  4. Dukungan sepenuhnya dari anggota dan pengurus

Contoh dukungan dari anggota & pengurus:
  1. Memasukkan MODAL/Simpanan dengan teratur
  2. Apabila salah satu usaha adalah WASERDA maka sedapat-dapatnya berbelanja di WASERDA KOPERASI
  3. Apabila ada pembelian secara kredit sedapat-dapatnya menghubungi koperasi terlebih dahulu untuk menjadi leasing nya.
  4. Percaya dan memilih dengan benar pengurus yang akan diberi wewenang dan tanggung jawab

Semoga KOPERASI tetap ada karena hanya KOPERASI yang merupakan usaha bersama dan prinsipnya mensejahterahkan anggota bukan perorangan atau kelompok

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/427/ Read More......

LIVE BORDERLESS :: Bisnis & Ekonomi :: KOPERASI usaha bersama

LIVE BORDERLESS :: Bisnis & Ekonomi :: KOPERASI usaha bersama Read More......

Monday, November 9, 2009

Pendidikan yang semakin Mahal

Sekolah sekarang didengungkan Pemerintah dengan Sekolah Gratis dan ingin Pendidikan yang berkwalitas dengan berbagi test kebali apabila ingin masuk sekolah berkwalitas tapi sayang menurut saya itu semua menjadi celah membuat Pendidikan menjadi mahal karena kurangnya pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait. Hanya iklan-iklan saja dengan sosialisasi yang buruk.

Seharusnya celah-celah yang membuat Pendidikan menjadi mahal itu segera diatasi dengan memantapkan pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait tersebut.

Contoh Celah-celah tersebut:
  1. Biaya Buku semakin hari semakin mahal dan belum tentu buku itu digunakan maksimal dalam kurikulum dan harus dibeli.
  2. Pendaftaran sekolah lanjutan yang memakai test yang membuat aparat terkait banyak yang nakal dengan menerima tanda terima kasih dari para orang tua yang berlomba-lomba memberikan itu apabila meluluskan anaknya walaupun sebenarnya tidak layak masuk kesana.
  3. Kurangnya koordinasi untuk bea siswa

Hal itu bisa sedikit tertutupi biayanya apabila:
  1. Memaksimalkan fungsi perpustakaan dan kurikulum yang jelas dari aparat untuk semua sekolah dan apabila sekolah tersebut memang ada tambahan kurikulum harus atas persetujuan dari aparat terkait.
  2. Ujian dari sekolah memang diakui keabsahannya dan untuk ke sekolah lanjutan cukup dengan Rayon semestinya tidak perlu test lagi karena memang ujian akhir itulah tolak ukurnya.
  3. Bea Siswa harus jujur dan ke semua orang tidak melihat statusnya (orang kaya atau miskin atau anak pejabat atau bukan)
Tapi itu semua harus dijalankan dengan proses panjang karena tingkat kesadaran dan tabiat manusia sangat mempengaruhi dan hal tersebut sangat susah diubah baik dari penyelenggara ataupun peserta.

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/405/ Read More......

LIVE BORDERLESS :: Ragam :: Pendidikan yang semakin Mahal

LIVE BORDERLESS :: Ragam :: Pendidikan yang semakin Mahal Read More......

Sunday, November 8, 2009

Kembali ke Desa/Pedalaman

Sekarang ini dikota-kota dan khususnya kota besar kepadatan penduduk sudah sangat banyak dan tingkat penggangguran juga relatif sangat banyak tidak sesuai lagi dengan kesempatan kerja yang ada.

Kenapa tidak digalakkan lagi yang namanya "Transmigrasi" seperti dahulu tetapi dengan penanggulangan yang bersih dan tertib dari Pemerintah.

Semua lapisan penduduk didata (termasuk juga gelandangan dan pengemis) umur, pekerjaan, dan tingkat pendidikannya.
Dari sana kita bisa mengambil suatu keputusan untuk menyebar orang-orang tersebut yang bisa dikatakan tingkat ekonominya rendah dan susah untuk berharap hidup dikota.

Tetapi semua itu tidak terlepas dari sosialisasi yang sabar dan berkelanjutan dari pihak yang terkait.

Pertama, kita harus sosialisasi dulu dikota dimana orang-orang itu tinggal dan harus ditinggalkan dengan fakta bahwa kehidupan didesa/dipedalaman akan lebih baik dan Pihak terkait harus bertanggung jawab memantau terus kemajuan dari orang-orang tersebut.

Kedua, sosialisasi didesa/pedalaman tempat bakal hijrah orang-orang kota tersebut yang sudah dibekali dengan pengertian yang tinggi.

Ketiga, sosialisasi dengan dengan PEMDA dan perusahaan swasta yang bakal dan sudah ada untuk investasi didaerah tersebut, bahwasannya memang orang-orang tersebut di pindahkan disana dan mendapat jatah tanah yang akan digarap dan meminta supaya orang-orang yang baru dan sudah lama disana untuk diberdayakan baik dari manusianya ataupun dari propertinya (tanahnya) dengan ketentuan yang berlaku dari Perusahaan tersebut dan PEMDA setempat.

Khusus untuk investor/Perusahaan yang masuk apabila itu perkebunan, ada baiknya apabila mensejahterahkan orang-orang desa atau sekitarnya dengan pola Perkebunan Rakyat juga memperhatikan kesejahteraan Karyawannya sendiri dengan menjatah tanah yang dibebaskan tersebut untuk Karyawannya karena tidak terlepas dari karyawan yang berasal dari kota setidak-tidaknya apabila sudah tidak bekerja lagi (pensiun atau pindah) mempunyai lahan didesa/pedalaman dan kemungkinan bisa pidah kesana juga.

Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/388/ Read More......